Selasa, 22 Desember 2015

Paragraf Argumentatif

Topik: Wanita Indonesia
Pentingnya Peranan Wanita untu Suatu Negara



Belum lama ini Indonesia baru saja merayakan hari ibu. Semua orang mengucapkan hari ibu di media social mereka, mengungkapkan cinta untuk ibu mereka, mengabadikan moment bersama ibu mereka, dan menyanjung ibu mereka dengan kalimat yang mengungkapkan bahwa mereka tidak akan bisa jadi apa-apa tanpa ibu mereka. Hal itu membuktikan bahwa sebenarnya secara pribadi kita semua mengakui bahwa peranan ibu begitu besar untuk perkembangan diri kita. Seharusnya begitu juga dalam lingkup besar atau setingkat negara. Seharusnya pemerintah Indonesia menyadari bahwa kualitas Indonesia tergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia, terutama wanitanya. Hal itu terjadi karena wanita adalah guru pertama untuk setiap anak di dunia. Ada kalimat “The children are the great imitators so give them something great to imitate.” Yang artinya “anak –anak adalah peniru terbaik, jadi berikan mereka sesuatu yang terbaik untuk ditiru” Jika anak adalah peniru terbaik dan ibu adalah guru pertama untuk tumbuh kembangnya, maka anak akan meniru segala tingkah laku, cara bicara hingga pola pikir ibunya. Jika ibunya mempunyai karakter yang baik untuk ditiru, maka anaknya pun akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik begitu juga sebaliknya. Dari sekian banyak permasalahan yang terjadi di Indonesia, banyak ahli, praktisi pendidikan, dosen, hingga orang biasa pun menyebut bahwa permasalahan kita ada pada Sumber Daya Manusia-nya. Begitu banyaknya kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat satu dengan yang lainnya, pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, penipuan dan lain sebagainya. Semua hal itu terjadi karena karakter Sumber Daya Manusia yang masih lemah sehingga belum dapat melawan arus zaman yang “kejam”. Selama ini pemerintah hanya menerapkan pendidikan wajib belajar  Sembilan tahun atau duabelas tahun. Itu semua adalah pendidikan formal yang hanya membahas ilmu pengetahuan umum. Namun, belum ada tindakan nyata untuk pendidikan karakter. Karakter anak terbentuk sebelum usia sekolah yang semakin membuktikan bahwa betapa pentingnya kualitas wanita sebagai seorang ibu dan guru pertama bagi anak untuk pembentukan dan perkembangan karakternya kelak. Oprah, dalam salah satu episodenya bercerita, “If you wanna see your country better, you should take care about girls better.” Kalimat Oprah tersebut juga bisa menjadi bahan evaluasi kita, bukan hanya pemerintah melainkan kita semua. Sering kita dengar bahwa wanita tidak perlu menempuh pendidikan yang tinggi karena pada akhirnya dia akan menjadi ibu rumah tangga. Padahal menjadi ibu rumah tangga itulah profesi yang membutuhkan ilmu yang sangat tinggi karena disitulah proses mendidik dan membentuk karakter calon pemimpin di masa berikutnya terjadi. Namun sayang, seringkali wanita yang telah menempuh pendidikan tinggi justru menitipkan anaknya untuk diasuh serta dibentuk karakternya oleh pengasuh anak yang mungkin jauh pendidikannya lebih rendah.

analisis jurnal

JURNAL KE-1
Judul
Pengaruh Penerapan Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang
Penulis
Hermiyetti
Topik
Pengendalian internal
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis dampak pengendalian dalam pencegahan kemungkinan penyimpangan proses pelelangan
Teori yang Digunakan
Ø  Konsep Pengendalian Internal
Pengendalian internal yang terdapat dalam perusahaan tidak hanya mencakup kegiatan akuntansi dan keuangan saja tetapi meliputi segala aspek kegiatan perusahaan.
Ø  Konsep Pencegahan Fraud Pengadaan Barang
“fraud by need, by greed and by opportunity.”
-Tuanakotta-
 Ungkapan tersebut diartikan jika kita ingin mencegah fraud, hilangkan atau tekan sekecil mungkin penyebabnya.
Metode Penelitian
Metode Analisis Jalur (Path Analysis)

“Suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel terikat. Baik secara langsung maupun tidak langsung” –Robert D. Retherford  1993–
Dengan Responden, yaitu 23 Direktur keuangan pada rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Bandung.

Variabel yang digunakan :
1.      Variabel Bebas :
Ø  Lingkungan Pengendalian (X1)
Ø  Penilaian Risiko (X2)
Ø  Kegiatan Pengendalian (X3)
Ø  Informasi (X4)
Ø  Komunikasi (X5)

2.      Variabel Terikat
Ø  Penjegahan penyimpangan pengadaan barang (Y)

Skala yang digunakan : Skala Likert

“Skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena pendidikan” –Djaali 2008:28–

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menyatakan bahwa lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan secara bersama-sama berpengaruh  terhadap pencegahan fraud pengadaan barang.

Dari perhitungan koefisien determinasi (R Square) diperoleh nilai sebesar 0,694. Hasil ini berarti bahwa ada kontribusi sebesar 69,4% dari variabel bebas (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan) dalam menjelaskan pencegahan fraud pengadaan barang, sedangkan sisanya 30,6 % (100% - 69,4 %) dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini, misalnya saja variabel yang berkaitan dengan kualitas informasi akuntansi, internal audit, intellectual capital atau akuntansi keperilakuan.

Ø  Pengaruh Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian Informasi dan Komunikasi serta Pemantauan terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang secara Simultan

Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang, sedangkan dari perhitungan koefisien determinasi (R Square) diperoleh nilai sebesar 0,694. Hasil ini berarti bahwa ada kontribusi sebesar 69,4% dari variabel bebas (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan) dalam menjelaskan pencegahan fraud pengadaan barang, sedangkan sisanya 30,6 % (100% - 69,4 %) dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini, misalnya saja variable yang berkaitan dengan kualitas informasi akuntansi, internal audit, intellectual capital atau akuntansi keperilakuan.

Ø  Pengaruh Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang Secara Parsial

Hasil perhitungan koefisien jalur dengan
Menggunakan analisis jalur diperoleh nilai koefisien ρyx sebesar 0,253> 0 dan berarti H ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, lingkungan pengendalian berpengaruh terhadap pencegahan fraud pengadaan barang. Artinya semakin baik lingkungan pengendalian maka akan meningkatkan pencegahan fraud pengadaan barang, sedangkan hasil perhitungan koefisien jalur yang dilakukan pada variabel penilaian resiko, diperoleh nilai koefisien
ρyx2 sebesar 0,356> 0 dan berarti H ditolak. Dengan demikian bahwa, penilaian resiko berpengaruh terhadap pencegahan fraud
pengadaan barang. Artinya semakin baik
penilaian resiko maka akan meningkatkan
pencegahan fraud pengadaan barang.

Kesimpulan
Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan lingkungan pengendalian, penilaian  resiko,  kegiatan  pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan baik secara parsial maupun simultan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang.

Komentar Penulisan :
Penulisan jurnal mengandung Bahasa asing yaitu fraud tetapi sejak awal definisi dari fraud tidak dijelaskan sehingga pembaca harus mencari maknanya sendiri. Selain itu ada beberapa kesalahan pengetikan huruf. Penulis mampu memberikan contoh-contoh nyata fraud dan bagaimana biasanya perusahaan menghadapi fraud sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah makna pengendalian internal.

JURNAL KE-2
Judul
Earnings Management, Value Relevance of Earnings and Book Value Of Equity

Penulis
Imam Subekti
Topik
Manajemen laba
Tujuan Penelitian
Untuk meneliti pengaruh dari manajemen laba yang dilakukan secara terintegrasi dengan analisis faktor pada relevansi nilai earnings dan nilai buku ekuitas (book value of equity).
Teori yang Digunakan
Ø  Nilai Relevansi Informasi Akuntansi
Kemampuan informasi akuntansi untuk menjelaskan nilai perusahaan berdasarkan nilai pasar secara luas dikenal sebagai relevansi nilai informasi akuntansi. Baru-baru ini penelitian tentang relevansi nilai informasi akuntansi
telah dikembangkan untuk mencakup semua unsur laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas dari operasi (Ohlson, 1995; Feltham dan Ohlson, 1995). Studi relevansi nilai pada umumnya menyelidiki hubungan empiris antara nilai pasar saham (atau perubahan nilai) dan berbagai angka akuntansi untuk tujuan penilaian ekuitas.

Ø  Manajemen laba, nilai relevansi laba dan nilai buku
Hubungan antara nilai relevansi informasi akuntansi dan manajemen laba dapat dijelaskan melalui laba kualitas. Lo (2007) berpendapat bahwa manajemen laba berhubungan dengan kualitas laba. Lo (2007) juga menyatakan bahwa laba yang sangat berhasil memiliki kualitas rendah. Ini berarti bahwa tindakan manajemen laba akan mengurangi pendapatan kualitas yaitu keandalan pendapatan.
Ø  Manajemen laba terpadu dan Hubungannya dengan nilai relevansi informasi akuntansi
“Manajemen laba memiliki dampak pada nilai relevansi. Selain itu, manajemen laba melalui akrual diskresioner jangka panjang memiliki dampak yang lebih besar pada nilai relevansi laba dan nilai buku dari manajemen laba melalui jangka pendek akrual diskresioner” –Whelan dan McNamara (2007) –
Metode Penelitian
Metode Prosedur dan Sampling Data

Populasi penelitian ini adalah masyarakat perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2006.

Model yang digunakan :

Mengikuti model yang dikembangkan oleh Ohlson (1995) dan Feltham dan Ohlson (1995)   yaitu model harga untuk menguji nilai relevansi laba dan nilai buku
Hasil Penelitian
Hasil ini menunjukkan bahwa nilai relevansi laba dan nilai buku ekuitas bersifat relevan dalam mengukur nilai pasar perusahaan.
Kesimpulan
Dilihat dari tujuannya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai relevansi laba dan nilai buku ekuitas.
Dan hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah nilai relevansi laba dan nilai buku ekuitas bersifat relevan dalam mengukur nilai pasar perusahaan.

Komentar Penulisan
Penulisan jurnal tersebut cukup detail dengan hasil dari beberapa metode penelitian.











Kamis, 19 November 2015

SINTAKSIS


Sintaksis adalah suatu tatabahasa yang membahas hubungan antar-kata dalam kalimat seperti hubungan antara Subjek, Predikat, dan Objek di dalam kalimat. Sintaksis adalah bagian dari ilmu bahasa yang membahas tentang seluk beluk wacana, frasa, klausa, dan kalimat. Jadi frasa adalah objek kajian sintaksis terkecil sedangkan kalimat adalah objek sintaksis terbesar.
1.       Frasa
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif yaitu hubungan antar unsur yang tidak berstruktur subjek-predikat-objek.
Contoh:
a.       Wanita cantik
b.      Roti bakar
c.       Baru datang
d.      Sedang membaca
Satuan bahasa wanita cantik, roti bakar, baruu datang, dan sedang membaca merupakan frasa karena tidak membentuk hubungan subjek dan predikat. Frasa dibedakan melalui kelas katanya menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
·         Frasa verbal
Frasa verbal adalah kelompok kata yang dibentuk dari kata kerja atau verba. Frasa verbal dibagi lagi menjadi frasa verbal modifikatif (pewatas), frasa verbal koordinatif, dan frasa verbal apositif.
Ø  Frasa verbal modifikatif (pewatas)
Contoh frasa verbal pewatas depan
-          Dia bekerja keras sepanjang malam.
-          Orang itu bekerja cepat setiap hari.
Contoh frasa verbal pewatas belakang
-          Kami akan menyanyikan lagu kebangsaan.
-          Dia pasti menyukai makanan itu.
Ø  Frasa verbal koordinatif, yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung. Contoh:
-          Dia menyapu dan mengepel lantai rumahnya.
Ø  Frasa verbal apositif, yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan. Contoh:
-          Usaha Ibu Yani­, berjualan sayur, kini semakin ramai pembeli
·         Frasa Adjektival
Frasa adjectival adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata sifat atau keadaan sebagai inti yang diterangkan dengan menambahkan kata lain untuk menerangkan agak, dapat, harus, kurang, lebih, paling, dan sangat untuk menjelaskan kelompok kata tersebut.
Ø  Frasa adjectival modifikatif (membatasi). Contoh:
-          Cantik benar kekasihnya.
Ø  Frasa adjectival koordinatif (menggabungkan). Contoh:
-          Setelah pindah, dia aman tentram di rumah barunya.
Ø  Frasa adjectival apositif. Contoh:
-          Skripsi yang berkualitas, terpuji dan terbaik diterbitkan oleh Universitas.
·         Frasa Nominal
Frasa nominal adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Contoh:
-          Pada hari minggu layanan pustaka tetap dibuka.
-          Setiap orang menginginkan kebahagiaan dunia akhirat.
-          Arkan, mahasiswa teladan itu, kini menjadi dosen di Universitas Gunadarma.
·         Frasa adverbial
Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat.
-          Dia sangat pandai dalam pelajaran akuntansi biaya.
-          Jarang dari rumah ke kampus kurang lebih lima kilometer.
·         Frasa Pronomial
Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Contoh:
-          Mereka berdua meminta izin karena mengikuti perlombaan.
Dua orang dalam kalimat tersebut diganti dengan kata ganti ‘mereka berdua’
·         Frasa Numeralia
Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan. Contoh:
-          Dia memotong dua puluh ekor kambing kurban.
·         Frasa Introgativa Koordinatif
Frasa introgrativa koordinatif adalah frasa yang berintikan pada kata tanya. Contoh:
-          Jawaban apa atau siapa merupakan ciri subjek kalimat.
·         Frasa Demonstrativa Koordinatif
Frasa demonstrative koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang tidak saling menerangkan atau menjelaskan. Contoh:
-          Dia berada di sana atau di sini sama saja.
·         Frasa Proposional Koordinatif
Frasa proporsional koordinatif terdiri dari kata depan dan tidak saling menerangkan. Contoh:
-          Perjalanan kami dari dan ke Tegal membutuhkan waktu tigabelas jam.

2.       Klausa
Klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif. Klausa dapat berpotensi menjadi kalimat karena mengandung unsure predikatif atau verba. Klausa berbeda dengan kalimat. Perbedaan antara klausa dengan kalimat adalah terletak pada intonasi final. Kalimat diakhiri dengan intonasi final berupa berita, tanya, perintah, dan kagum sedangkan klausa tidak. Klausa dibedakan sebagai berikut:
·         Klausa kalimat majemuk setara
Dalam klausa ini, setiap klausa memiliki kedudukan yang sama. Klausa kalimat majemuk koordinatif terdiri dari dua klausa yang tidak saling menerangkan. Contoh:
-          Irma membaca buku dan ayahnya bermain catur.
Klausa pertama Irma membaca buku. Klausa kedua,  ayahnya bermain catur. Keduanya tidak saling menerangkan.
·         Klausa kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat dibangun dengan klausa yang berfungsi menerangkan klausa lainnya. Contoh:
-          Dia pindah ke Depok setelah ayahnya menjadi dosen di Universitas Indonesia.
·         Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat
Klausa ini terdiri dari tiga klausa atau lebih. Contoh:
-          Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meninggal dan ibunya kawin lagi.
3.       Kalimat
Kalimat adalah satuan bahsa yang terbentuk dari gabungan kata dengan kata, gabungan kata dengan frasa, atau gabungan frasa dngan frasa, yang mengandung satu subjek dan predikat baik itu eksplisit maupun implisit. Dalam bahasa tulis, kalimat adalah satuan bahasa yang diawali dengan huruf kapital, diselingi atau tidak diselingi dengan tanda koma(,), titik dua(:), atau titik koma(;), dan diakhiri dengan lambing intonasi final yaitu tanda titik(.), tanda tanya(?), atau tanda seru(!).

·         Fungsi sintaksis dalam kalimat
Fungsi sintaksis pada hakikatnya adalah sebagai wadah yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu. Wujud nyata fungsi sintaksis adala adanya subjek, predikat, objek, pelengkap, danketerangan dalam suatu kalimat walaupun tidak semua kalimat harus terdiri dari semua unsur tersebut.
Ø  Subjek
Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. Pokok kalimat tersebut dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain yaitu predikat. Subjek adalah klausa yang dapat disebut sebagai yang mengerjakan suatu predikat atau kata kerja. Contoh:
-          Ibu memasak
  S            P
Ø  Predikat
Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. Contoh:
-          Ibu memasak
  S            P
Ibu adalah pokok kalimat. Memasak adalah kata kerja yang menjelaskan pokok kalimat.
Ø  Objek
Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. Objek berupa nomina. Contoh
Ayah membaca buku.
S                      P             O
Ø  Pelengkap
Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi untuk melegkapi informasi, mengkhususkan objek, dan melengkapi struktur kalimat. Contoh:
-          Bu Mul bedagang sayur di pasar pagi
   S              P               pel.     ket.
Ø  Keterangan
Keterangan adalah unsure kalimat yang memberikan keterangan pada seluruh kalimat. Contoh:
-          Ibu membeli kue di pasar.
S              P             O   ket. Tempat

Sumber:


Kamis, 01 Oktober 2015

Isu dalam Bidang Ekonomi-Akuntansi (Tugas Softskill)

Fenomena Krisis Ekonomi Global yang Selalu Berulang

Indonesia kini sedang mengalami krisis ekonomi yang merupakan efek domino dari semakin menguatnya nilai mata uang dolar Amerika Serikat sehingga membuat nilai tukar rupiah semakin melemah. Ditambah lagi, keputusan Tiongkok untuk melakukan devaluasi yuan atau melemahkan mata uang yuan juga mempengaruhi negara yang menjadi partner dagangnya termasuk Indonesia.
Agus Martowardojo yang merupakan Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia memang masih sangat bergantung pada investasi asing. Menguatnya dolar Amerika Serikat membuat nilai rupiah melemah drastis. Pelemahan nilai tukar rupiah di tengah perlambatan ekonomi Indonesia ini memang tidak mudah untuk dilalui.
"‎BI dan pemerintah bersepakat bahwa tantangan ini ada, tetapi tantangan ini akan bisa kita lewati apabila lembaga-lembaga negara, pemerintah, BI, OJK dan lembaga terkait bisa mengeluarkan kebijakan yang konsisten dan kredibel," kata Agus di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
‎ Agus menuturkan bahwa kebijakan yang konsisten dan kredibel tersebut harus mengutamakan ukuran dan ketepatan waktu dalam pengeluaran kebijakannya. Pemerintah juga akan mengeluarkan paket kebijakan untuk mendorong dana-dana orang Indonesia yang ada di luar negeri untuk masuk ke Indonesia. Diharapkan dengan begitu, investasi di Indonesia akan meningkat dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan lebih kuat dan tidak mudah melemah akibat isu global.
"Dari pemerintah kami berupaya menciptakan dan juga menumbuhkan sentimen positif untuk memperbaiki keyakinan pelaku ekonomi sehingga bisa membantu penguatan nilai rupiah," kata Bambang Brodjonegono yang merupakan Mentri Keuangan RI saat berbincang dengan Liputan6.com, di Bengkalis, Riau, Rabu (17/6/2015).
Dari berbagai penuturan tersebut, dapat kita ketahui bahwa Indonesia akan terus bergantung pada negara lain untuk melakukan investasi di Indonesia. Sampai kapanpun Indonesia akan terus mengalami kemungkinan krisis ekonomi selama masih bergantung pada investasi negara lain. Saat ini Indonesia mengalami krisis ekonomi akibat dari diambilnya suatu kebijakan penarikan kembali dolar di Amerika Serikat dan devaluasi yuan di Tiongkok. Otomatis pemerintah akan selalu dituntut untuk membuat kebijakan agar meminimalisasi krisis. Jika Indonesia ingin perekonomiannya tetap stabil tanpa “didikte” oleh negara lain, maka negara kita ini harus benar-benar mandiri dalam perekonomian dan tidak bergantung pada investasi asing. 
Langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menerapkan ekonomi Islam yang berbasis emas dan perak yang tidak akan bergantung dengan mata uang negara lain. Tidak adanya suku bunga juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia karena menjunjung tinggi nilai keadilan. Tentu saja untuk menerapkan kebijakan ini tidaklah mudah karena Indonesia sangat menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Ditambah lagi Indonesia sangat sensitif terhadap SARA. Namun, sebagai Negara dengan mayoritas penduduk pemeluk agama Islam, ditambah lagi kebijakan ekonomi Islam ini tidak merugikan agama lain atau pihak lainnya bahkan menguntungkan karena sangat melindungi hak setiap orang, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menerapkannya. Dibutuhkan langkah yang besar, tegas, dan nyata jika Indonesia benar-benar ingin sejahtera dan tidak mengalami krisis ekonomi berkelanjutan. Masyarakat Indonesia sudah terlalu banyak yang dirugikan akibat sistem kapitalis-liberal yang mendunia saat ini. Jika Indonesia sungguh-sungguh ingin mandiri tanpa dipengaruhi negara lain, maka menjadi berbeda dengan menerapkan kebijakan ekonomi Islam adalah solusinya. Menjadi berbeda memang tidaklah mudah tetapi menjadi berbeda selagi benar adalah anugerah.






Sumber :
http://www.aktual.com/buruh-bintak-takut-di-phk-akibat-rupiah-melemah/
https://tokodinardirham.wordpress.com/2012/07/01/belajar-lagi-tentang-dinar-dirham-dan-emas-perak/

Selasa, 09 Juni 2015

CONTOH SURAT PERJANJIAN

Ketika kita mempunyai kesepakatan dengan orang lain seringkali kita hanya mengandalkan rasa "tau sama tau" tanpa ada bukti yang jelas. Mungkin jika itu hanya perjanjian yang tidak memiliki resiko besar, tidak ada masalah kalau tidak ada "hitam di atas putih". Namun, jika itu menyangkut sejumlah uang, aset, kekayaan, status atau apapun yang memiliki resiko berarti, seharusnya kita membuat kesepakatan yang jelas dengan Surat Perjanjian. Apalagi di negara kita yang merupakan negara hukum ini yang segala sesuatunya mempunyai peraturan dan ada hukuman bila kita melanggarnya. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman dan untuk memperjelas semua kesepakatan, maka dibuatlah Surat Perjanjian yang di dalamnya termuat semua yang menjadi kesepakatan baik hak maupun kewajiban kedua belah pihak. Berikut ini Contoh Surat Perjanjian suatu Bisnis Pendidikan (Karamel Education) dengan pihak orangtua yang mempercayakan anaknya untuk mendapatkan Les Privat di Pakar Privat Karamel Education. 




KARAMEL EDUCATION
Jl. Kayu Manis 8 RT 13/RW 08 no 54, Matraman
Telp 087781451195 | www.karameleducation.spot.sch.id
Jakarta Timur 13130



SURAT PERJANJIAN KERJASAMA 
Yang bertanda tangan dibawah ini:
I.  Nama               : Ranny Alfionita
     Pekerjaan         : Wiraswasta
     No. Telp / HP  : 085775273310
     Alamat             : Beji, Depok
     Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

II. Nama              : Rizqi Fauziah
     Pekerjaan       : Edupreneur
     No. Telp / HP: 085622570433
     Alamat           : Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur
     Bertindak atas nama Pakar Privat Karamel Education
     Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA telah menyetujui kerjasama dengan PIHAK KEDUA terhitung sejak tanggal 5 Juni 2015 untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui les dengan identitas anak sebagai berikut:
Nama               : Randy Putra Oktaveryanto
Kelas               : 5 SD
Nama Sekolah : SDN 05 Depok Baru
Dengan menandatangani surat ini, kami telah menyetujui hak dan kewajiban yang telah disepakati bersama demi kerjasama yang lebih baik.
Adapun hak dan kewajiban bersama adalah sebagai berikut:
  • Hak Pihak Pertama

1.  Pihak Pertama berhak menentukan sendiri hari dan jam belajar les anak dengan sepengetahuan Pihak Kedua dan berdasar persetujuan pengajar.
2.  Pihak Pertama berhak menambah frekuensi hari belajar setiap minggunya jika diperlukan, dengan memberikan informasi kepada pihak Pihak Kedua sebelumya dan persetujuan pihak pengajar.
3.  Pihak Pertama berhak meminta pergantian pengajar jika pengajar dirasa kurang cocok untuk sang anak.
4.    Pihak Pertama berhak mendapatkan progress report perkembangan anak selama belajar.

  • Kewajiban Pihak Pertama

1.  Pihak Pertama wajib memberitahukan kepada pihak Pihak Kedua setiap ingin mengadakan perubahan jadwal belajar. Misalnya ingin menambah frekuensi jam belajar per minggunya atau memindahkan waktu belajar.
2.  Pihak Pertama wajib membayar biaya les kapada Pihak Kedua dengan cara transfer melalui Bank atau melalui tatap muka jika ingin bertemu langsung. Selambat-lambatnya tanggal 2 di bulan berikutnya.
3.  Tidak mengambil alih pengajar Pihak Kedua setelah memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan Pihak Kedua.

  • Hak Pihak Kedua

1.  Pihak Kedua berhak mendapatkan informasi dari Pihak Pertama jika Pihak Pertama ingin mengadakan perubahan jadwal / penambahan jam belajar di luar kesepakatan sebelumnya.
2.  Pihak Kedua berhak memberikan presensi kepada siswa atau Pihak Pertama sebagai bukti dari berlangsungnya proses pembelajaran.

  • Kewajiban Pihak Kedua

1.   Pihak Kedua wajib mencarikan pengajar pengganti jika diperlukan.
2.   Pihak Kedua wajib melayani siswa atau Pihak Pertama baik melalui media sosial, telepon dan sms.
3.  Pihak Kedua wajib memberikan progress report kepada Pihak Pertama serta membantu siswa untuk terus meningkatkan prestasi.
4. Pihak Kedua wajib untuk terus meningkatan pelayanan demi kenyamanan dan prestasi siswa.
Demikan surat ini dibuat untuk kebaikan bersama demi mewujudkan kerja sama yang lebih baik.
                                                                                                     Jakarta, 5 Juni 2015
                Pihak Kedua                                                                      Pihak Pertama




        (      Rizqi Fauziah      )                                                   (        Ranny Alfionita        )




Kunjungi Sumber: